Selasa, 19 Agustus 2008

MAKASSAR TERUS BERHIAS MEMPERCANTIK DIRI




Begitu Menginjakkan kaki di Bandara Hasanudin Makassar pada jam 09.30 tanggal 13 Agustus 2008, mendadak saya menjadi orang asing dan bingung. Sebagai orang yang sangat familiar dengan bandara Makassar yang lama dimana hampir setiap dua minggu saya datangi ketika perjalanan ke luar kota seperti ke Manado, palu, Kendari, ke Papua, ke Surabaya dan ke Jakarta mendadak sirna. Saya memang pernah tinggal di Makassar selama 2,5 tahun. Ternyata Bandara Hassanudin telah pindah tempat dan dengan wajah yang baru. Bahkan kedatangan saya ke Bandara ini adalah 3 hari sebelum secara resmi di buka.

Saya sangat terkejut dan heran disertai decak kagum dibandara yang baru saya datangi ini. Saya ibarat menginjakkan kaki di bandara international diluar negeri yakni Hongkong. Ya..konsep bandara Hasanudin yang baru ini memang keluar dari desain bandara kebanyakan dalam negeri. Dimana kebanyakan bandara dalam negeri dipenuhi ukiran khas dalam negeri atau terkesan sederhana (untuk beberapa bandara kecil). Sekilas bandara Hasanudin ini terkesan mewah dan megah dimana dinding-dinding dalamnya penuh dengan kaca-kaca. Atapnya dibentuk seperti lingkaran setengah bola menjulang tinggi ke atas. Saya juga mendapatkan info bahwa Bandara Makassar yang baru ini 4 kali lebib besar dari bandara yang lama.

Mewah....megah..lux... dan kagum saya dibuatnya. Saya sendiri kaya orang blo’on yang selalu bertanya kepada petugas bandara dimana jalan keluarnya. ”Mas Pintu keluarnya dimana?” tanya saya kepada petugas pria muda. ”Terus saja pak nanti bapak belok kiri nanti ketemu escalator kemudian bapak turun” kara pria muda tersebut. Saya segera berjalan mengikuti petunjuknya. Sebelum di escalator saya bertanya kepada petugas wanita ” Mbak dimana letak rest roomnya ya?”. ”Toilet sebelah sana pak”. ”Kalau pintu keluar?” tanya saya melanjutkan. “ nanti Bapak turun Escalator, terus jalan kedepan belok kanan nanti Bapak ketemu pintuk keluar” Kata wanita tersebut sambil tersenyum manis. “ Ini Bandara yang baru ya mbak, bagus sih tapi tidak ada penjunjuk arahnya. Kayaknya banyak sekali yang bingung tuh” kata saya. “Ya pak baru nanti tgl 15 Agustus 2008 baru dibuka” kata wanita tsb. “ terima kasih mbak” sambil berjalan menuju toilet.

Kekaguman mendadak berhenti melihat wastafel ditoilet sudah rusak.” Bandara baru dan belum dibuka lagi tapi wastafelnya kok sudah rusak ya.... Bagaimana ya pembangunannya?" Gumam saya sambil berjalan menuju kearah pintu keluar. Satu lagi keterkejutan saya yakni ketemu satu porselin dipintu keluar yang sudah mengelupas. “Apakah mungkin ya juga disebabkan oleh tikus-tikus pembangunan....yang sering makan angaran pembangunan” Gumam saya. Belum selesai saya melamun tentang penyunatan setiap anggaran pembangunan di dikota-kota besar.. sambil berfikir apa yang terjadi dengan pembangunan bandara baru mewah nan megah ini.... tiba-tiba saya dikejutkan oleh seseorang yang berteriak memanggil saya. Ternyata orang tsb adalah rekan kerja saya yang menjemput saya.

Tidak salah jika dikatakan bahwa Makassar adalah Pintu Gerbang Indonesia Bagian timur. Pembangunan terus berjalan dengan cepat. Dalam waktu dua setengah tahun sejak saya meninggalkan makassar pada awal tahun 2006, wajah makassar sangat jauh berbeda. TOL baru yang terkenal dengan TOL SUTAMI sudah bisa dilewati walaupun belum secara resmi dibukan. TOL ini menghubungkan diperbatasan maros makassar ke pusat kota Makassar jalan Pageran Pettarani. Mall, ruko, cafe dan hotel berbintang baru dibangun diantarannya Hotel Clarion, Hotel Horisson, Hotel Santika, Hotel Mercure, Hotel Grand wisata, dan hotel Banua. Selain itu reklamasi pantai losari cukup mencengangkan walapun sayang karena pantai ini belum terbebas dari kesan kumuh. Kemeriahan kota Makassar semakin hidup bersamaan dengan umbul-umbul dan spanduk perayaan 17-an Agustusn dan ditambah lagi dengan baliho dan pamlet para calon walikota dan wakil walikota Makassar. Kebetulan Makassar pada bulan 11 akan memilih pemimpinnya.

Rupanya Makassar tidak hanya berusaha menjadi pintuk gerbang Indonesia timur namun berusaha menjadi kota metropolitan menyaingi kota Jakarta dan Surabaya. Menurut saya sudah saatnya Makassar mencari slogan yang tepat untuk kotanya yang semakin cantik. Untuk itu Slogan Makassar sebagai pintuk gerbang Indonesia timur segera dihilangkan dari benak masyarakat dan mencari slogan yang baru. Slogan ” Makassar the Truly of Nusantara- Makassar adalan Nusantara yang sebenar-benarnya”. Saya kira slogan ini akan membawa image bahwa kota makassar adalah representasi dari nusantara yang beragam budaya, beragam etnis, beragam agama dan beragam wisata yang tercermin dalam pluralitas masyarakatnya.

Selain itu agar tidak gagap saat Makasaar benar-benar menjadi kota metropolitan maka sedari sekarang harus juga dibangun daerah-daerah penyangganya seperti Maros, Sungguminasa, Takalar . Saya kira pembanguna wilayah terpadu dengan Kosep wilayah MAMASUTA (Makassar –Maros- SUngguminasa-TAkalar) seperti cukup populer untuk menyaingi konsep JABOTABEK di jakarta dan GERBANG KERTOSUSILA di Surabaya.

Selamat berhias kota Makassar semoga wajahmu semakin cantik.

0 komentar: