Jumat, 26 September 2008

MUDIK AH!!!




Semalam dan pagi ini tanggal 17 september 2008, saya menyaksikkan tayangan televisi tentang info mudik. Ternyata jalan tol cikampek sudah dipenuhi para pemudik sampai-sampai pintu keluar tol cikampek dialihkan ke jalan alternatif. Bussets dah...bikin hati dan pikiran saya pengin segera mudik aja.

Memang tradisi mudik adalah tradisi unik yang ada di negeri yang namanya Indonesia ini. Tradisi yang terjaid setiap tahun. Walaupun dimana-mana terjadi kemacetan. Seperti di pelabuhan Merak Banten para penumpang menumpuk dan antrian kendaraan sangat panjang di pintu masuk pelabuhan. Dipelabuhan jangkar situbondo juga terjadi penumpukan penumpang. Sedangkan di pelabuhan Ambon para penumpang rusuh dan mau membakar kantor ASDP karena telah menunggu satu minggu namun kapal belum diberangkatkan sedangkan penumpang sudah ribuan.

Sebetulnya hampir seluruh pemudik mengeluh atas kemacetan ini. Seperti hal perjalanan mudik saya tahun lalu dimana karena kemacetan di pantura sehingga perjalanan Jakarta- Malang harus ditempuh 30 jam, dimana pada hari bisa biasanya ditempuh 15-17 jam saja. Namun walupun mengeluh atau seperti kaki saya sampai bengkak menginjak gas dan ream ternyata tidak ada yang jera atau istilah jawanya kapok untuk mudik. Yaaaah termasuk diriku ini. Ataukah uniknya karena macet ini yaaa. Coba kalo tidak bermacet-macet ria, apakah mudik ini terkesan. Saya mensinyalir karena macet inilah mudik jadi asyik, mudik jadi unik dan mudik jadi ”ngengeni” untuk dijalani setiap tahun.

Memang diluar itu semua, tradisi mudik adalah turunan dari filosofi ”mangan orang mangan yang penting kumpul”. Jadi dengan mudik folosofinya ” macet gak macet yang penting kumpul”. Tradisi inilah yang menjadikan kerekatan antara keluarga setiap tahun. Seperti kata almarhum Umar Kayam, kaum urbanis menghayati mudik sebagai peneguhan ikatan dengan rentangan sanak famili.

Para urbanis itu, kalau ditanya kenapa harus mudik, tentu tak sudi dikatakan sebagai orang udik (orang kampung).

Namun, ritual mudik toh tetap dilakoni saban tahun. Meski harus berdesakan di dalam bis, tidur di lantai kereta atau kapal pelni yang kotor itu, atau sekedar mau bersabar melewati kemacetan sepanjang Pantura, tak bisa mengalahkan nikmatnya berkumpul bersama keluarga di hari lebaran nanti.

Kutu kupret...... ternyata dimana banyak orang sudah mulai mudik bahkan sudah ada yang terjebak kemacetan dipantura.. ternyata aku harus menjalankan tugasku sendiri yang belum selesai. Tugasku yakni clossing sales bulan september 2008. yah terpaksa walaupun hari sabtu dan temen-temen kantor sudah pada libur, namun saya harus pergi kantor dengen beberapa teman di divisi marketing......

Saya menjadi berbesar hati untuk tetap masuk kerja walapun hati dan pikiran sudah ada dikampung hal ini karena teman-teman seperjuangan departemen sales di cabang-cabang sedang berjuan untuk berjualan sebanyak-banyaknya. Mudah-mudahan semua cabang tercapai 100% dari targetnya.

Selamat berjuang du wahai kawan-kawanku....

Selamat jalan teman-temanku yang mudik, semoga selamat sampau tujuan dan berkumpul dengan sanak kadang. Salam buat keluarga.

Inysa Allah besok diriku akan menyusul untuk mudik.......


0 komentar: