Masalah adalah sebentuk pengajaran Tuhan kepada setiap hambanya agar kelak hamba-Nya mencapai kodratsesuai penciptanya
Kalimat yang saya jadikan Tagline di akarilalang.blogspot.com ini, belum dikupas sejak blog ini dibuat. Kalimat tersebut hasil merenung atau kontemplasi diri (biar agak keren... daripada melamun) atau setidaknya pertanyaan-pertanyaan yang muncul ketika saya mengamati daur hidup manusia.
Masalah sepertinya selalu melekat kepada setiap manusia sekaya apapun orang tersebut, secantik dan setampan apapun orang tersebut, sepintar dan segenius apapun orang tersebut dan se-alim apapun orang tersebut. Masalah melekat sepanjang hidup orang dan tidak menegnal agama, etnis, suku, bangsa dll. Masalah melekat dari orang biasa, penguasa bahkan nabipun.
Mengapa ini terjadi?
Bagaimana seandainya tidak ada masalah?
Bagaimana seandainya semua keinginandan tujuan kita terpenuhi?
Bagaimana seandainya semua doa kita terpenuhi?
Jawabannya adalah Kehidupan ini akan tenang namun hambar tanpa gairah atau kehidupan malah bertambah chaos.
Ternyata :
MASALAH ADALAH SEBENTUK PENGAJARAN TUHAN KEPADA SETIAP HAMBANYA, AGAR KELAK HAMBANYA MENCAPAI KODRAT SESUAI PENCIPTAANYA .
Coba kita telaah.
Thomas Alfa Edison mencari dan menemukan masalah kemudian berusaha mengatasi masalah dengan melakukan penelitian sehingga dia menciptakan Bola Lampu Pijar yang mana kita semua saat ini memanfaatkannya. Apabila Anda melihat sekeliling Anda, banyak benda yang diciptakan atau dibuat menjadi lebih baik oleh Thomas Alfa Edison. Dalam 84 tahun hidupnya, Edison mempatenkan 1.093 karya penemuannya, termasuk bola lampu pijar, phonograph, sistem elektrik, motion picture camera, telegraph, telepon, X-ray dan lain - lain.
Albert Einsten mencari dan menemukan masalah kemudian berusaha mengatasi masalah dengan melakukan penelitian sehingga dia menciptakan teori relatifitas yang manfaatnya sangat besar bagi perkembangan tehnologi modern. Selaian itu Einsten juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan "pengabdiannya bagi Fisika Teoretis".
Dan tokoh-tokoh besar baik di level national maupun di dunia international ditempa oleh masalah-masalah yang menggelayuti setiap sejarah kehidupannya.
Memang ada masalah yang dengan sendirinya hadir dalam kehidupan seseorang sesuai dengan jaman yang melingkupinya namun juga ada masalah yang memang dicari utnuk diselesaikannya seperti para peneliti.
Maka dari itu sebaiknya mari kita katakan ” I love You.... Problem”. Kita harus mencintai masalah karena berati Tuhan sedang mengajari kita.
Besar kecilnya masalah sangat tergantung dari keluasan hati dan jiwa kita. Jika keluasan hati dan jiwa kita sebesar ember didapur maka masalah sebesar kerikilpun yang menjatuhinya akan terdengar keras dan membuat ember bergoyang serta airnya bergelombang. Namun masalah sebesar kerikil yang jatuh di hati dan jiwa yang sebesar kolam renang tidak akan terasa. Dengan demikian meskipun masalah sebesar kapal titanic pun tidak akan menimbulkan gelombang dasyat jika jatuk kepada hati dan jiwa seluas lautan.
Maka marilah kita menciptakan hati dan jiwa sebesar lautan samudra yang siap menampun apa yang datang kepadanya, baik air sungai kotor penuh sampah maupun air dari mata air bersih dari pegunungan.
Yakinlah bahwa kita akan semakian maju dan kreatif dengan menghadapi masalah yang datang silih berganti dengan hati dan jiwa seluas lautan samudra dengan tersenyum.

0 komentar:
Poskan Komentar