Kamis, 20 November 2008

Toxic Employee

TOXIC Employee sering didefinisikan sebagai karyawan yang menjadi racun bagi organisasi/perusahaan tempat bekerja dan karyawan lain. Tentunya sesuai dengan sifatnya, racun jika diberikan dengan kadar dibawah dosis tidak akan memberikan efek apa-apa, jika kadarnya sesuai dosis akan menjadi obat, namun jika kadarnya diatas dosis akan menjadi sangat berbahaya, sangat merugikan bahkan mematikan. Setiap karyawan memiliki sifat racun ini dapat kadarnya yang sangat bervariasi..


Beberapa kebiasaan dari toxic employe adalah




  1. Megaholic. Seorang toxic employee sering kali pesimis terhadap setiap keadaan yang dihadapi. Setiap kali menemukan masalah selalu mempersalahkan orang lain dan lingkungan tempat bekerja. Tidak pernah melakukan upaya untuk intropeksi diri. Setiap kegagalan selalu mencari alasan dan mencari kambing hitam.

  2. Egoistis. Seorang toxic employee sangat mementingkan dirinya sendiri dan merasa paling benar. Jika memiliki ide atau usulan harus diterima dfan dilaksanakan. Dalam setiap diskusi dan dialog seringkali mendominasi pembicaraan. Dirinyalah yang paling penting dan paling menguasai segala hal.

  3. Emotional. Seorang toxic employee biasanya pemarah. Jika usulannya tidak diterima, dia akan cepat marah. Setiap keadaan/lingkungan kerja yang tidak sesuai dengan keinginannya maka dia akan sangat marah. Sikapnya sangat temperamental.

  4. Penggosip. Seorang toxic employee seringkali membicarakan orang lain. Dia sangat gemar menyebarkan gosip yang tidak benar. Gosip yang dibicarakan sangat bervariasi Baik membicarakan atasan, perusahaan, maupun rekan kerjanya.

  5. Tak pernah bersyukur. Seorang toxic employee sulit sekali mensyukuri terhadap apa yang dia terima. Dia selalu tidak puas dengan keadaan yang ada. Keinginan untuk mencapai prestasi tidak diimbangi dengan kemampuan yang memadai


Seseorang bisa terserang penyakit toxic employee disebabkan oleh factor internal maupun eksternal. Factor internal adalah seseorang yang terjangkit toxic employee karena memang memiliki karakter dan personality toxic employee. Sedangkan factor eksternal adalah seseorang yang terjangkit toxic employee diakibatkan oleh pertama, tertular dari orang yang memiliki karakter dan personality toxic employee, kedua disebabkan oleh lingkungann kerja dan perusahaan yang tidak akomodatif dan kondusif terhadap perkembangan karyawan.



Dari manapun penyebab seseorang terjangkit toxic employee, yang jelas toxic employee sangat berbahaya baik bagi diri sendiri, karyawan lain maupun lingkungan kerja Atau perusahaan. Untuk itu marilah kita hindari secara bersama-sama.

Pertanyaannya adalah: APAKAH KITA TERMASUK TOXIC EMPLOYEE YANG SUDAH OVERDOSIS?!!

0 komentar: