Dalam sebuah acara Marketing Conference yang diselenggarakan oleh Markplus & Co, 11 Desember 2008 di Ritz Carlton Hotel dijakarta, Bapak Alexander Mulya mengandaikan stratetgy penjualan atau marketing ibarat mendekati sebuah cewek di sebuah café. Tentu banyak cara dan strategi untuk mendapatkan teman kencan cewek.
Pertama, Kita langsung mendekati cewek dan mengatakan “ hallo cewek, kamu mau nggak kencan sama saya, nama saya X, saya orangnya cakep lo.. selain itu tajir. Loe rugi deh kalu nggak kencan sama gue”. Startegy ini dalam marketing disebut sebagai Hard Selling. Strategy penjualan seperti ini sudah mulai ditinggalkan karena sangat kasar. Biasanya strategi ini seorang salesman atau marketer akan banyak berbicara tentang kelebihan-kelebihan produknya kepada pelanggan tanpa mau mengetahui apa sebenarnya yang dibutuhkan pelanggan. Lebih jauh seringkali sales marketer tipe ini memaksa, meminta sampai memohon belas kasih untuk mendpatkan order.
Kedua, Ketika kita ingin mendekati cewek dengan cara meminta seorang pelayan cafe untuk memberikan segelas wine kepada seorang cewek. Pelayanan tersebut kemudian mengatakan kepada cewek” saya diminta itu memberikan segelas wine ini untuk Mbak. Cowok yang duduk di situ yang mentraktir. Cowok itu ingin sekali berkenalan dengan mbak ”. Startegy ini dalam marketing disebut sebagai Advertising
Ketiga, Strategy mendekati cewek di cafe dengan cara memberikan uang tips kepada beberapa Waiters . Agar pelayan tersebut berbicara kebaikan dan kelebihan kita di depan cewek yang ingin kita dekati. Beberapa pelayan tersebut dengan cara bergantian dan secara alami akan mengatakan ” Mbak cowok itu namanya X, dia orangnya baik dan tajir. Banyak sekali cewek yang mendekati dia’. Selain itu cowok itu sabar dan cool. Dll dll”. Startegy ini dalam marketing disebut sebagai Word of Mouth.
Strategy yang sedang booming akhir-akhir ini adalah stratetgy advertising. Strategy seperti ini sekarang banyak kita ketahui di iklan-iklan televisi dan reklame dipinggir jalan. Ribuan iklan setiap hari membanjiri benak konsumsen melalui berbagai media baik media eletronik, media cetak, maupun internet.
Saat ini perusahaan harus lebih teliti dan berhati-hati dalam beriklan. Dalam beriklan bisa-bisa seperti membuang uang di kawah gunung berapi yang bisa lenyap tidak kembali. Namun iklan yang sangat efektif akan memberikan keuntungan yang sangat besar bagi perusahaan.
Dalam Beriklan ada prinsip 5 m yang harus perhatikan para pengiklan yakni mission, message, media, money, measurement. Misi dari iklan bidsa berupa memberikan informasi, mengajak, mengingatkan atau mendorong terjadi keputusan membeli suatu produk. Misi tersebut sangat tergantung dari kategori produk apakah produk baru atau produk lama atau produk lama yang sudah redup. Message / pesan dari iklan harus dapat mengkomunikasikan benefit point dari produk. Media yang digunakan harus dipiplih sesuai kemampuannya dalam mencapai target sasaran pasar. Medianya harus sesuai dnegan segmentasi dari pasar yang ingin disasar. Media yang lazim adalah televise, billboard, surat kabar, majalah, radio, internet dll. Kemudian yang ahrus diperhatikan adalah money atau pendanaan. Biasanya keputusan pendanaan biasanya disesuaikan dengan jangkuan pemasaran, frekuensi iklan dan dampak yang diinginkan. Satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah measurement atau tolak ukur. Tolak ukur ini penting dilakukan untuk mengetahui dampak dari iklan yang telah dijalankan apakah sudah sampai kepada sasaran dan apakah misinya sudah betul-betuil mengena.
Bertebarannya materi iklan di banyak pilihan chanel televisi membuat pemirsa televisi memindahkan chanel acara televisi ketika televisi yang disaksikan masuk ke tayangan iklan. Selain itu dengan kemajuan tehnologi banyak masyarakat sudah tidak terpengaruh lagi dengan berbagai iklan yang ada. Memang banyak konsumen yang suka, senang kepada berbagai iklan yang kreatif dan lucu, namun banyak juga yang benci dan jengkel dengan keberadaan iklan. Hal ini banyak iklan hanya menebar janji-janji kepada konsumen
Tibalah eranya word to mouth marketing. Ketika kita mencari produk tertentu dan mengetahui tehnologi dan featurnya dari iklan-iklan yang ada, saya jamin anda pasti pusing untuk menentukan plihan yang tepat. Karena semua featur yang dimiliki berbagai produkm yang ada relatif sama, Sedangkan iklan dari berbagai prpoduk tersebut semua menjanjikan sesuatu yang menarik semua. Namun anda akan sangat mudah untuk menentukan pilihannya ketika ada orang dekat anda baik itu sahabat, keluarga, atau teman kantor yang berbicara tentang kelebihan produk elektronik tertentu diantara sekian banyak pilihan produk. Inilah yang disebut word of mouth atau adalam baha kita sehari-hari adalah Getok Tular.
Perusahaan-perusahaan saat ii berusaha memicu terjadinya penyebaran informasi produknya dari mulut ke mulut ini atau getok tular ini. Merekan berusaha utnuk dapat mengidentifikasikan orang-orang yang paling dulu membeli produk model barunya, banyak bicara dan mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi serta memiliki jaringan kenalan yang luas. Melihat keampuhan strategy ini, saat ini betul-betul dimanfaatkan oleh para markter dengan membentuk komunitas atau mendekati komunitas yang ada. Coba lihat loyalitas komunitas pemilik Harley Davidson.
Pemasaran komunitas ini lebih mengena daripada sekedar segmentasi. Karena di dalam komunitas inilah produk kita akan semakin banyak dibicarakan oleh orang yang memiliki hobi yang sama. Apalagi akhir-akhir ini dengan menjamurnya pengguna internet maka pemasaran komunitas semakin naik daun. Menjamurnya para blogger juga menjadi cara untuk menyebarkan kelebihan produk kita melalui para blogger. Era Pemasaran strategy inilah oleh Markplus disebut sebagai Era New Wave Marketing. Pemasaran horisontal Many to many marketing begitu mereka menyebutnya.
Senin, 29 Desember 2008
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar