Raudha-300x264
Setelah Sembilan jam terbang dari jakarta menuju Jeddah ditambah perjalanan darat dengan mengendarai bus selama 4 jam, akhirnya kami tiba di Madinah Al-Munawarah tepatnya di Hotel Al Harram. Perjalanan panjang  tanpa rasa lelah tiada lain  karena  hati dan pikiran tertambat ke sebuah taman surga yang bernama Raudah.  Maka kami segerakan membersihkan badan dan bergegas menuju Masjid Nabawi, untuk bersholat, bersujud dan bersimpuh di taman surga (Raudhah) seperti yang di sebutkan kanjeng Rosullullah SAW.

Raudhah al-Mutahharah adalah satu tempat yang sangat mulia di dalam Masjid Nabawi. Ia menjadi tempat Rasulullah saw dan sahabat beribadah. Juga sebagai tempat turunnya wahyu kepada Rasulullah saw. Selain itu, ia juga adalah sebuah taman dari taman-taman syurga. Subhanallah.

Sabda Rasulullah saw:

“Di antara rumahku dan mimbarku adalah satu taman daripada taman-taman syurga dan mimbarku terletak di atas kolamku (al-Kauthar).” – Sahih Bukhari.

Raudhah adalah tempat mustajab untuk berdoa. Di yakini barang siapa berdoa di Raudah insya-Allah di Ijabah. Keyakinan tersebut membuat tempat tersebut selalu penuh sesak dengan jamaah yang sholat dan berdoa.

Suara tasbih, tahmid dan takbir melirih dan mengalir dari setiap hamba yang tiada berdaya di hadapan Ilahi.

Senandung doa mengiba memohon dari setiap hamba menambah syahdunya kekhusu’an  beribadah di Roudhah.

Tanpa terasa 4,5 jam bersimpuh di raudhah dan sekitarnya di dalam Masjid Nabawi hingga kumandang adzan subuh yang menggetarkan hati.

Aku tulis di bilik pribadi saya ini pengalaman di Raudah didalam masjid nabawi, dengan mengandung maksud dan tujuan sekiranya para kaum muslim terutama saya sendiri selalu memiliki hati yang tertambat di raudhah sehingga kita semua di sempatkan selalu untuk menjadi Tamu Rosulullah di Masjid Haramain yakni Masjid Nabawi di Madinah al Munawarrah. Amin Yaa Robbal Alamin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *