Geng Hijau Melintasi Tanah Lot, Dreamland Beach dan GWK

Tepat pukul 10.00 Wita, roda pesawat Lion Air yang kami tumpangi menyentuh bandara Ngurah Rai Bali setelah terbang sekita 1,25 jam. Semua rombongan segera mengambil bagasi dan bertemu Team Widatra Denpasar Yuniarso, Rudi hartono dan Suharno. Mereka membawa kami menuju Hotel Jayakarta tempat kami menginap 6 hari kedepan dalam rangka Nasioanal Sales Meeting PT. Widatra Bhakti. Untuk hari ini tanggal 09 Januari 2010 disengaja oleh panitia untuk tidak diselengggakan acara agar seluruh peserta yang datang lebih pagi bisa menikmati indahnya kota Bali yang begitu terkenal sampai seantero dunia.

Geng hijau begitu salah satu customer kami memanggil geng kami yang terdiri dari Arif, Muflikhun dan Pramono. Namun romobongan Geng Hijau bertambah anggota yakni Desendy (PM), Basuki (RM Jakarta-3) dan Lili H (RM Bandung)  serta tuan rumah Yuniarso (RM Denpasar).

Tanah Lot

Setelah menitipkan semua barang di Receptionist hotel, kami segera bergegas menuju tempat wisata.  Setelah berembug didalam mobil kami memilih Tana Lot  sebagai tujuan wisata yang pertama untuk dikunjungi. Dalam jangka wantu satu jam setelah mampir makan diperjalanan, sampailah kami di Pura Tanah Lot. Dengan karcis masuk 5,000 rupiah kami semua berjalan  melewati pedagang sovernir, makanam dan pakaian menuju pantai Tanah Lot yang nampak cantik dari kejauhan. Sungguh pemandangan yang sangat Indah dimana ada pura diatas tanah dengan tengah laut.

Tanah Lot atau Pura Tanah Lot terletak di pinggir pantai wilayah desa Beraban, kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Jaraknya sekitar 30 km di sebelah barat kota Denpasar dan sekitar 11 km di sebelah selatan kota Tabanan. Pura tersebut dibangun diatas bukit dan dapat dicapai dalam beberapa menit dengan berjalan kaki, karena jaraknya hanya sekitar 100 meter dari bibir pantai, bila air laut sedang surut.

Konon Pada beberapa lorong tebing karang di sekitar Pura Tanah Lot terdapat ular-ular belang berwarna hitam dan putih yang sangat jinak dan dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai penjaga pura. Di sekitar pura juga terdapat mata air tawar dan dapat dilihat bila air laut sedang surut. Keberadaan mata air itulah yang menjadi salah satu pertimbangan ketika tempat ini dipilih sebagai lokasi pura tersebut.

Kata Tanah Lot terdiri dari kata “Tanah” yang diartikan sebagai batu karang, “Lot” atau “Lod” berarti laut. Jadi Tanah Lot dimaksudkan yaitu tanah yang ada di tengah laut. Pura ini dibangun berdasarkan petunjuk dari Danhyang Niratha, Pendeta Hindu, yang dalam perjalanannya untuk menyebarkan agama Hindu dari tanah Jawa pada abad ke-16. Sebelum memberikan petunjuk untuk mendirikan pura di tempat ini, beliau merasakan adanya getaran-getaran kesucian dan mendapatkan kesempurnaan bathin.

Pantai Tanah Lot sangat ramai dikunjungan wisatawan pada sore hari karena pemandangan matahari terbenam (sun set) sangat menakjubkan. Sayang sekali  kami berkunjung kesana di Siang hari. Namun demikian keindahan pantai tanah lot tak terbantahkan dan tetap menghibur kami terutama yang pertama kali berkunjung

Setelah puas menikmati indahnya Pantai Tanah Lot  rombongan kami bergerak menuju tempat wisata yang terkenal dengan Dreamland Beach atau New Kuta Beach.

Dreamland Beach

Dreamland Beach letaknya berada di dalam komplek elit pecatu golf n resort sehingga untuk memasuki tempat Wisata ini harus melewati beberapa post satpam. Pecatu golf & resort Sebuah kawasan elit baru di Bali yang tadinya berupa bukit-bukit karang yang tidak memiliki nilai ekonomis. Tetapi saat ini kawasan ini menjadi kawasan dengan nilai jual yang sangat tinggi. Kawasannya sudah dibuat berkapling-kapling untuk dijual dan dijadikan villa, dan saat ini disana juga lagi dibangun 2 proyek kondominium elit selain memang lapangan golf yang sebelumnya sudah ada.

Untuk menuju kawasan pantai ini, dari lokasi parkiran yang berada di atas bukit, kita harus menuruni bukit dengan jalanan yang jelek berbatu yang telah dicacah dengan jarak tempuh sekitar 400-500 m untuk sampai pantai. Dan sesampainya di pantai, ada sederet toko-toko yang diperuntukan untuk cinderamata dan makanan. Dan di pantainya sudah lengkap dengan aksesoris-aksesoris pantai untuk bermalas-malasanlengkap dengan tukang pijitnya serta juga sudah ada penjaga pantai lengkap dengan poskonya.

Sewaktu kita memasuki kawasan wisata Pantai Dreamland, kita seakan terpesona dengan keindahan pantai ini. Daerah yang berbukit dan bertebing membuat kita  melihat seolah-olah daerah pantai lebih rendah pada laut. Dreamland merupakan pantai yang dikelilingi oleh tebing-tebing yang menjulang tinggi serta batu karang yang berukuran besar. Dreamland beach adalah Hamparan pasir putih yang sangat cocok untuk olahraga air, surfing, boogie surf dll.  Sayang sekali pada saat rombongan kami kesana ombak laut cukup besar sehingga tidak ada yang surfing bahkan ada  bendera merah yang ditancapkan dibibir panatai sebagai petunjuk larangan untuk surfing.  Kami semua dalam rombongan tak hentinya hentinya mengabadikan setiap  momen yang sangat indah ini.

Kami tidak sempat menikmati matahari terbenam di dreamland beach ini, karena memang cuaca mendung sehingga matahari tertutup awan hitam. Maka itu kami segera meninggalkan dreamlad dan bergerak turun menuju Tempat Wisata Garuda Wisnu Kencana.

 

Garuda Wisnu Kencana (GWK)

Untu memasuki Garuda Wisnu Kencana (GWK) setiap orang dikenakan karcis masuk sebasar 25.000 rupiah. Wisata GWK ini masih dalam tahap pembangunan. Namun demikian setiap hari Wisatawan yang datang cukup banyak sekali. 

Seperti namanya  kelak disini akan ada Patung  berwujud Dewa Wisnu yang dalam agama Hindu adalah Dewa Pemelihara (Sthiti), mengendarai burung Garuda. Namun sementara disini hanya adapatung  Kepala burung Garuda, dan patung Dewa Wisnu yang keberadaannya terpisah.

Patung ini merupakan karya pematung terkenal Bali, I Nyoman Nuarta. Monumen ini dikembangkan sebagai taman budaya dan menjadi ikon bagi pariwisata Bali dan Indonesia. Semoga proyek raksasa ini segera selesai sehingga wisatawan yang datang  kesana dapat menyaksikan Garuda Wisnu Kencana secara utuh.

Setelah puas mengambil gambar dilokasi Kepala garuda dan lokasi Dewa Wisnu, kami segera menuju ke tempat pertunjukan sendratari. Malam itu tema pertunjukan adalah lahirnya Garuda Wisnu kencana. Sebuah kisah mengenai rasa bakti dan pengorbanan burung Garuda untuk menyelamatkan ibunya dari perbudakan yang akhirnya dilindungi oleh Dewa Wisnu.

Pertunjukan berakhir sekitar pukul 20.00 Wita, dan karena sudah malam, maka rombongan kami kembali ke Hotel Jayakarta bertemu dengan perserta Nasional Sales Meeting yang baru hadir.  Sungguh perjalanan yang menyenangkan, dan jangan lupa jika pembaca datang ke Pulau Bali untuk singgah ditiga tempat Wisata Tadi. Dijamin Pasti Puas….

2 Replies to “Geng Hijau Melintasi Tanah Lot, Dreamland Beach dan GWK”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *