Masjid Masjid Bersejarah Di Sekitar Masjid Nabawi: Masjid Ghamamah

Kalau kita berkeliling disekitar masjid Nabawi di Madinah Al Mukarromah atau  yang kebetulan  tinggal di hotel hotel sekitar pintu, 6, 7 dan 8  Masjid Nabawi, Maka kita akan melihat beberapa masjid kuno yang bangunan cukup kecil. Orang yang baru ke Masjid Nabawi akan bertanya tanya kenapa ada masjid kecil disekitar Nabawi. Ada 3 masjid yang cukup berdekatan, salah satunya adalah Masjid Ghamamah.

Masjid Al-Ghamamah  adalah sebuah masjid yang terletak sebelah barat daya Masjid Nawawi. Masjid tersebut dipercaya sebagai lokasi Nabi Muhammad SAW melaksanakan salat id pada tahun 631.

Lokasi masjid ini pada jaman Rasulullah Saw. merupakan alun-alun atau tanah lapang di tengah-tengah kota. Setiap shalat hari raya Idul Fitri atau Idul Adha Nabi selalu melaksanakan di alun-alun ini, juga pada waktu Shalat Istisqa (shalat minta hujan) karena pada acara-acara tersebut Nabi memerintahkan semua kaum muslimin mengikutinya termasuk para wanita yang sedang haid. Ketika Nabi Muhammad Saw. dan penduduk kota Madinah melakukan shalat minta hujan, belum lagi acara itu selesai, sudah datanglah mendung kemudian menurunkan hujan..

Dari riwayat lain dikatakan “pada suatu ketika Nabi khutbah Idul Fitri terlalu panjang atau lama sehingga para jamaah gelisah karena terik matahari, datanglah mendung atau awan tebal yang menutupi matahari hingga acara selesai”. Untuk mengingatkan acara ini dibangunlah sebuah masjid yang diberi nama Masjid Ghamamah yang berarti awan atau mendung.

Sekarang ini, masjid ini tidak dipergunakan lagi karena letaknya dekat dengan Masjid Nabawi. Masjid ini merupakan salah satu masjid peninggalan bersejarah di kota Madinah. Masjid ini dinamakan dengan Ghamamah (yang berarti awan), diriwayatkan ada sebuah awan yang menghalangi sinar matahari ketika Nabi Muhammad sedang salat di tempat ini.

Masjid ini dibangun pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz antara tahun 86 sampai 93 Hijriah, dan direnovasi oleh Sultan Hasan bin Muhammad bin Qalawan Ash-Shalihi sebelum tahun 761 Hijriah. Kemudian direnovasi kembali oleh Syarif Saifuddin Inal Al-Ala’i pada tahun 861 Hijriah. Renovasi selanjutnya pada masa Sultan Abd-ul-Mejid I pada tahun 1275 Hijriah / 1859] dengan membangun bangunan baru yang bentuknya sama seperti sekarang ini, serta ada beberapa renovasi pada masa Sultan Abdul Hamid II dan beberapa renovasi pada masa Pemerintahan Arab Saudi.

Masjid ini berbentuk persegi panjang. terdiri dari dua bagian: pintu masuk dan tempat salat, pintu masuk berbentuk persegi panjang dengan panjang 26 meter dan lebar 4 meter serta memiliki 5 kubah berbentuk lingkaran. Tempat salatnya memiliki luas dengan panjang 30 meter dan lebar 15 meter serta memiliki 6 kubah berbentuk lingkaran dan kubah terbesar terdapat pada bagian atas mihrab.

Sekarang ini, masjid ini tidak dipergunakan lagi karena letaknya dekat dengan Masjid Nabawi. Masjid ini merupakan salah satu masjid peninggalan bersejarah di kota Madinah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *