SORGAMU (bukan) SORGAKU

Seekor lumba-lumba menggigit kaki seekor anjing yang sedang berdiri di atas karang di pinggir pantai. Mereka tidak sedang bertengkar, karena keduanya bersahabat.

“Mari kubawa kau melihat-lihat keindahan terumbu karang. Lautan rumahku adalah sorga tak bertepi. Di sana berjuta ikan aneka warna dan karang-karang yang tak akan pernah bisa kau temui di daratan.”

Lumba-lumba itu terus mendesak sembari menarik sahabatnya ke air. Tentu saja si anjing melawan dan berbalik menggigit ekor si lumba-lumba.

“Sebaiknya kaulah yang mesti pergi bersamaku ke taman kota. Di sana ada beraneka kolam indah dengan bunga-bunga mekar penuh warna dan aroma. Semua itu tak akan bisa kau temukan di lautan. Mari ikut aku!” Ia terus menggonggong memaksa si lumba-lumba menjauh dari lautan.

Seekor burung camar yang melintas di atas mereka hanya tertawa.

“Hai kawan-kawan, kenapa tak kalian nikmati sorga milik kalian sendiri. Sorga kalian bisa jadi adalah neraka bagi yang lainnya.”

Penulis : dr Mustika Wayan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *