Teori Marketing dalam Video Briptu Norman

Kenapa Briptu Norman bisa mendadak terkenal dan menjadi Artis.  Jawabannya karena video pendek yang diunggah melalui Youtube. Semua ini gara gara Youtube.  Yes betul… tapi kenapa bisa terkenal dan diterima masyarakat. Bukankah ada ribuan bahkan jutaan video pendek di Youtube. Tapi kenapa tidak semua video pendek diterima oleh masyarakat dan kemudian  membuat “artis”nya terkenal.  Akhirnya Jawabannya bisa kita telusuri dengan teori marketing.

Dalam dunia Marketing kita mengenal yang namanya diferensiasi.  Menurut Bapak Hermawan Kertajaya, definisi diferensiasi adalah sebagai berikut : “Semua upaya yang dilakukan perusahaan untuk menciptakan perbedaan diantara pesaing dengan tujuan memberikan nilai yang terbaik untuk konsumen“.  Tidak sekedar berbeda namun harus unik dan menarik.  Membedakan diri dengan pesaing menyangkut hal apapun  baik pelayanan maupun produk dan lain lain.

Untuk menciptakan diferensiasi yang kuat, anda harus berkonsentrasi pada tiga hal :

1.            Konten (what to offer)

Yaitu “apa” value yang anda tawarkan kepada pelanggan. Jadi anda membedakan diri dengan pesaing berdasarkan “apa” yang anda tawarkan kepada pelanggan.

2.            Konteks (how to offer)

Yaitu “cara” anda menawarkan value atau nilai kepada pelanggan. Disini anda membedakan diri dari pesaing berdasarkan pada “bagaimana” cara anda menawarkan value atau nilai tersebut kepada pelanggan.

3.            Infrastruktur (enabler)

Yaitu faktor-faktor yang mendukung terlaksananya diferensiasi konten maupun konteks diatas. Infrastruktur ini menunjukkan pembedaan terhadap pesaing berdasarkan kemampuan teknologi, kemampuan sumber daya manusia dan fasilitas yang dipunyai untuk mendukung terlaksananya diferensiasi konten dan konteks diatas. Pendek kata, infrastruktur adalah semua hal yang anda punyai yang bisa menciptakan perbedaan “apa” yang anda tawarkan dan “bagaimana” cara anda menawarkan kepada pelanggan.

Hermawan mengingatkan bahwa kini kita hidup dalan era New Wave Marketing dimana menurutnya “pasar” atau “market” saat ini sudah berubah menjadi “crowd”. peranan individu akan semakin besar. Setiap orang memiliki ego pribadi yang besar. Setiap orang ingin hidup sendiri-sendiri. Karena itulah, istilah “market” yang cakupannya lebih luas, bukan hanya menyangkut orang, akan bergeser ke “crowd” yang lebih fokus kepada orang.

Selain itu perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, terutama dengan era Internet Web 2.0 dan berbagai kemajuan teknologi gadget yang ada telah merubah praktek pemasaran dari yang tadinya bersifat top-down dan vertikal, menjadi serba sejajar dan horisontal.  Masyarakat modern yang terkoneksi  menuntut prantek pemasaran yang juga serba te-Connect.

Kalau kita amati video pendek Briptu Norman, juga Udin Sedunia, Bona Paputungan (andai aku menjadi gayus) dan Shinta Jojo (keong racun) disadari atau tidak oleh sipembuat video dan si pengunggah ke Youtube ternyata seusai dengan teori marketing. Bahkan sesuai dengan teori marketing yang baru baru ini dibahas dalam Markplus Conference 2011 di Jakarta.

anda ingin terhibur dengan penampilan Briptu Norman, silahkan klik foto dibawah ini.

One Reply to “Teori Marketing dalam Video Briptu Norman”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *