Habiskan Gajimu

gaji1Habiskan gajimu dan berfoya foyalah..! ya habiskan gajimu… itu kalimat tidak salah ketik. Itu kalimat yang benar benar saya tulis dengan  penuh kesadaran. eiittt …   pasti pembaca akan protes mendengar kalimat tersebut.

Ingat dan saya pastikan kalau kita menyisakan gaji kita pasti tidak bersisa. Lah kok bisa? Ya berapapun besarnya  gaji kita tidak akan pernah tersisa. Meskipun kita sudah membagi bagi untuk tabungan, untuk belanja, untuk makan diluar bersama keluarga, setelah ada sisa … pas akhir bulan.. eehh… ada kebutuhan lain yang mendesak. Habis lagi deh sisanya…

Jadi tidak perlu strategi bagaimana memanage uang, karena uang itu untuk dihabiskan. Uang itu seperti energi maka harus bergerak dan berputar. Bahkan ada yang ekstrem mengatakan bahwa uang seperti air mudah mengalir dan mudah menguap.

Terus bagimana caranya…? setiap gajian habiskan!

Tinggal bagaimana cara menghabiskan uang gajian ini dengan benar.  Cara menghabiskan uang gajian dnegan benar adalah

  1. Setelah gajian langsung habiskan untuk membayar zakat dan sedekah. Besarnya bisa 10%.
  2. Setelah gajian langsung habiskan untuk membayar tabungan bisa sebesar 20% yang tidak busa diambil kecuali dalam waktu tertentu. Bisa 10 tahun, 15 tahun atau lebih.
  3. Setelah gajian langsung habiskan untuk membayar berbagai tagihan.
  4. Setelah gajian langsung habiskan untuk kebutuhan belanja bulanan.
  5. Sisanya habiskan untuk sesuka hati.

Mengapa harus dihabiskan. Karena ketika sudah habis uang kita dengan aloksi diatas, maka ketika ada penawaran menarik saat jalan jalan di mal kita tidak bisa berbuat apa apa lagi. Artinya uang kita yang sudah “habis”  tetap dalam kondisi aman.

Bayangkan kalau kita sekarang sedang belanja. Jatah shopping sudah dihabiskan, tapi duit buat saving masih ada di dompet. Terus melihat barang bagus dan penawaran bagus… kira kira kita mau beli nggak? Akhirnya keputusan membeli atau tidak membeli akan bermuara kepada penyesalan. Ketika memutuskan tidak membeli, maka kita akan menyesal tidak dapat barang bagus dan dan diskon bagus. Kesempata tidak akan datang dua kali… Dan jika keputusan membeli, kita juga akan menyesal karena budget dana untuk saving, ludes terpakai sehinga kesempatan menabung tertunda.

Jadi rumusnya bayar “hak” Tuhan, tabung jangka panjang, dan habiskan sesuka hati.

 

3 Replies to “Habiskan Gajimu”

  1. kalau gajinya gak cukup unt tahapan foya2 gimana Mas?
    kalau dibuat nabung aja belum ada gimana gan?

    apakah musti cari gaji yg lebih besar kan ya Mas?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *