Rasulullah Terlebih Dahulu Mengajarkan Law of Attraction

Ilmu Law of attraction pernah booming di sekitaran tahun 2000 an.  Teori Law of attraction yang dipopulerkan oleh Ronda Bryan tersebut telah menyihir  sebagian besar orang modern pada saat itu. Bahkan hingga saat ini teori tersebut masih menajadi mantra suci di kelas jelas training dan motivasi.

Namun tahukah kita kita ummat muslim, bahwa junjungan kita Nabi Muhammad SAW telah ebih dahulu mempraktekan dan mengajarkan teori tersebut. Ah Masak…?

Nah mulai nggak percaya kan…..!

“Suatu hari, Rasulullah saw menjenguk seseorang yang sedang sakit demam. Beliau menghibur dan membesarkan hati orang tersebut.

Beliau bersabda,

_”Semoga penyakitmu ini menjadi penghapus dosamu”._

Orang itu menjawab,

_”Tapi ini adalah demam yang mendidih, yang jika menimpa orangtua yang sudah renta, bisa menyeretnya ke lubang kubur”._

Mendengar keluhan orang itu, Rasulullah saw bersabda,

_‘Kalau demikian anggapanmu, maka akan begitulah jadinya’._

(HR. Ibnu Majah)

Ini lagi…..

_”Barangsiapa yang ridha, maka keridhaan itu untuknya. Barangsiapa mengeluh, maka keluhan itu akan menjadi miliknya”_

(HR. at-Tirmidzi).

 

Nah……… bukankah itu teori Law of attraction yang diajarkan nabi 1400 tahun lalu.

Jadi mari kita jaga pikiran kita, jagalah untuk selalu berfikir positif agar hal yang positif mendekat kepada kita. Dan sebaliknya jauhlah pikiran negative agar hal yang negative tidak mendekati kita.

_”Salah satu kebahagiaan seseorang adalah keridhaannya menerima keputusan ALLAH.”_

(HR. Ahmad)

Ketentuan Allah pastilah yang terbaik. Hanya saja kadang kita gak mau nerima ketentuan yang gak sesuai dengan keinginan kita. Kita pengennya semua terjadi seperti apa yang kita mau. Tapi nyatanya kan gak demikian. Allah tahu apa yang terbaik buat kita, sementara karena kita ilmunya terbatas gak tau mengapa Allah memberi kita sesuatu?

Banyak atau sedikit rezeki itu persepsi kita saja. Banyak atau sedikit bukan kuantitasnya yang penting tapi kualitasnya. Meski secara kuantitas rezeki kita sedikit tapi jika diperoleh dengan cara yang halal dan dimanfaatkan di jalan Allah, memproduksi kebaikan dan pahala yang bisa jadi terus mengalir meskipun kita sudah meninggal, inilah sebaik-baik rezeki. Rezeki berkah kita menyebutnya…

Jadi waspada dengan pikiran.

Jika kita memikirkan rezeki kita cukup, maka kita akan tercukupi.

Jika kita memikirkan rezeki kita mudah, maka kita akan dimudahkan mendapatkannya.

Jika kita memikirkan rezeki susah didapat, maka kita betulan susah mendapatkannya.

Jika kita memikirkan bahagia, maka kita akan bahagia (meski rezekinya seadanya)

Jika kita berpikiran sedih, maka kita menjadi sedih (meski rezekinya keliatan banyak)

Jika kita berpikiran gagal, kita menjadi gagal (meski kita merasa sudah berusaha)

Jika kita berpikiran sukses, maka kita niscaya sukses.

Jika kita berpikiran sakit, kita juga menjadi sakit.

Jika kita berpikiran sehat, maka kita pun akan sehat.

Inilah _*The Law of Attraction*,_ Hukum Tarik Menarik,  merupakan Sunnatullah yang berlaku di alam semesta.

_*You are what you think*_

Anda adalah apa yang Anda pikirkan.

Selalulah berpikir yang positif dan jangan pernah biarkan pikiran negatif membelenggu otak dan kehidupan kita.

 

Semoga Bernafaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *