Sedekah akan mendatangkan berkah. Sedekah walau tanpa modal seperti senyuman, tetap memiliki pahala yang tentu akan mendatangkan berkah. Karena senyuman dapat mengadirkan ketenangan jiwa dan mencairkan suasana.

Lalu knapa akhir akhir ini kok susah sekali menemukan orang yang selalu tersenyum lepas.  Dan sangat mudah sekali kita menemui orang-orang dengan wajah cemberut, menggerutu, dan pemarah termasuk diriku…..hehehe. Mungkin karena situasi ekonomi, situasi keluarga, situasi lingkungan dan situasi masyarakat sekitar yang membuat kita jadi sulit untuk tersenyum dan lebih sering marah-marah?  Menyalahkan lingkungan diluar kita sungguh tidak bijak.

“Kita tidak akan mampu merubah arah angin, tetapi kita mampu merubah arah layar kita”

Ketika kita tersenyum, aura positif akan muncul. Sebuah amarah bisa cair seketika ketika kita mampu menyikapinya dengan senyuman. Ketika kita berkenalan dengan orang lain, senyuman adalah kunci untuk membuka pintu berkomunikasi. Senyuman merupakan tanda bagi orang yang bahagia dan bersyukur dalam hidupnya.

Kawan kantor saya memiliki keunikan sendiri. Mukhorij namanya. Setiap hari aku melihat beliaunya berbahagia. Tertawa dan tersenyum kepada setiap orang yang ditemui. Orangnya lincah, gesit dan jarang menunjukkan raut muka lelah. Ketika kawan kantor minta tolong termasuk saya,  hampir tak pernah menolaknya. Ketika mengantar minuman dimeja, membersihkan makanan dimeja makan kantor, membuang sampah, semua dilalui dengan senyuman.  Bahkan saat semua karyawan makan dan istirahat siang,  Pak Mukhori sendiri tidak istirahat. Beliau sibuk kesana kemari membelikan makan siang beberapa karyawan. “Loh…. berarti Pak Mukhori selama ini tidak pernah istirahat” Gumamku.

“Senyuman adalah lengkungan di bibir yang bisa meluruskan segala hal”

Tentu Pak Mukhorij, bukan berati bebas dari masalah hidup. Pasti masalah masalah yang kita hadapai seperti masalah keluarga, ekonomi. masyakarat, bangsa juga dihadapi oleh Pak Mukorij. Namun Beliau memilih untuk menghadapi dengan senyuman dan menghadapai dengan gembira.

“Yg kaku,keras dan kuat pada tubuh kita adalah gigi, yg lunak dan fleksibel adalah bibir dan lidah…lihatlah apa yg terjadi pada orang  lanjut usia, yg kaku,kuat telah punah dan  sementara yang lunak  masih sempurna”

Alhamdulillah kalau kita masih diberikan kesempatan untuk tersenyum, karena banyak orang yang memilih untuk cemberut, mengeluh, dan marah-marah ketika menghadapi suatu masalah. Hadapi dengan senyuman, itulah kuncinya. Sayang rasanya kalau setiap hari kita menyiram benih negatif ke dalam pikiran dan tubuh kita, lebih baik kita menyiram benih-benih positif ke dalam kehidupan kita setiap harinya. Semua yang terjadi dalam kehidupan kita bergantung pada bagaimana kita menyikapinya. Semua kendali—baik emosi, marah, senang, gembira, dan susah ada di tangan kita masing-masing.

Terima kasih Pak Mukhorij, selama ini telah melayani saya dan teman teman saya.

Terima kasih pak Mukhorij,  atas pelajaran dan keikhlasan hidup yang telah engkau jalankan.

Sebagai ucapan teriman kasihku. Hari ini aku belikan kamu, Hot Toast Sweet  dan Chiken Wings dari Grato Cafe & Resto. Semoga berkenan

3 Replies to “Senyum Kunci Bahagia”

  1. Kesan yang sama untuk Bapak Mukhorij meskipun hanya mengenalnya selama seminggu (9-14 Januari 2012, saat mengikuti BTC di kantor pusat). Beliau menjadi yang paling ikhlas melakukan kewajibannya pada saat membantu kami mengikuti BTC (mulai dari meyiapkan permen pagi2 ,coffee break, makan siang bahkan semua kebutuhan kami pada saat BTC, bahkan saya melihat keikhlasannya melebihi dari keikhlasan kami peserta BTC sendiri. Titip salam buat pak mukhorij… Terima kasih sudah memberi kesan yang sangat berarti buat kami selama BTC.

    Note.. @bapak berik : Besok belikan lagi bapak mukhorij Hot Toast Sweet dan Chiken Wings dari Grato Cafe & Resto nya ya pak…hehehe, Semoga amal baik dari sedekah nya di lipat gandakan pahala nya sama Allah S.W.T.. Amiinn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *