Batalnya konser Lady Gaga di Jakarta terus menjadi pergunjingan. Banyak yang menyesalkan, tak sedikit pula yang bersyukur.
Penyanyi asli bernama Stefani Joanne Angelina Germanotta, memang memliki energi yang cukup besar. Pro kontrak pergunjingan diadakannya konser Lady Gaga di Jakarta telah menyerap banyak energy negeri ini. Bahkan pergunjinganpun terus berlanjut meskipun konser sudah secara resmi dibatalkan. Termasuk tulisan ini hehehe…
Barbagai Media massa seperti Televisi, Radio, koran dan median online banyak mengulas kontroversi Konser penyanyi yang sinyalir pemuja syetan.
Saya hanya ingin menyorot aspek marketingnya. Ternyata dalam dunia marketing suatu peristiwa tidak bisa dilihat hitam putih. Dalam logika seharusnya penolakan yang kayaknya besar seperti Lady Gaga ini, akan menyurutkan popularitas kemudian kariernya tenggelam. Tapi penolakan dan kontorversi telah menjadi marketing gratis bagi Lady Gaga. Ladi Gaga semakin terkenal di negeri ini.
Orang orang kampung dan anak anak dibawah umur yang sebelunmnya tidak mengenal Lady Gaga bahkan mendengarnya namanya saja tidak pernah , saat ini setelah terjadi pro kontra mereka sudah mengenalnya dengan sangat baik.
Mereka yang menolak, menghujat dan mencaci tanpa disadari telah menjadi sukarelawan Lady Gaga dalam mempromosikan dirinya dan albumnya. Nah disinilah seharusnya Lady Gaga berterima kasih kepada orang orang yang menolaknya.
Dalam dunia marketing dikenail dengan strategy AIDA. Apa itu AIDA? AIDA kependekan dari Attention, Interest, Desire, dan Action. Apakah Pro Kontra konser Lady gaga memenuhi unsur unsur tersebut.
1. Attention
Kerasnya penolakan atas konser tersebut, dan gaduhnya pro kontrak yang di mediatori oleh Media massa tentu memuncul kan perhatian (Attention) kebanyakan orang. Apalagi penolakan dengan di embel embeli dengan penyematan label aliran sesat, pemuja syetan dan antek-antek penguasa kegelapan. Perhatian dari masyarakat kemudian diperbesar oleh media massa yang mempuyai kepentingan ekonomi atas pemberitaannya sehingga bertambah besarlah perhatian yang ada di negeri ini. Bahkan boleh dikata saat ini tidak ada pendudu negeri ini yang tidak mengenal lady Gaga.
2. Interest
Setelah muncul perhatian, maka ikutanny adalah muculnya ketertarikan atau keingintahuan atas apa yang sebanarnya terjadi. Tertarik untuk mengetauhi siapa sih sosok lady Gaga ini. . Tertarik untuk mengetauhi mengapa kok ditolah sedemikian rupa. . Tertarik untuk mengetauhi apa benar dia porno, pendukung gay dan lesby, pemuja syetan dll. Itulah Interest yang mencu dari pro-kontrak yang ada di Masyarakat.
3. Desire
Adanya ketertarikan (Interest) tersebut akan menimbulkan hasrat, keinginan (desire) masyarakat membeli, melihat dan menggunakan produk.
4. Action
Dari aliran tahapan tahapan tersebut muncul tindakan (action) dari masyarakat. Masyarakat bertindak membeli kaset dan VCD buah karya Lady Gaga. Action mendengakan lagu lagunya. Action untuk browshing situs situs meneganai Lady Gaga. Action download youtube dari karya karya Lady Gaga.
Sekedar diketahui saja folower Lady gaga di twitter sudah mencapi 25 juta orang. Sednagkan di facebook situs pertemananya sudah menjadi 50 juta orang, dan jutaan orang yang telah mendownload youtube sanga Lady “Pemuja Syetan” Gaga ini.
Lalu siapa yang bisa menghentikan ini?
Lalu Siapa yang berkontribusi atas semua ini?
So….. Para penolak lady Gaga…. Pikir dulu deh sebelum bertindak!!!.
No related posts.





Komentar Terbaru