Belajar Sukses dari “Wong Ndeso”
“Kita ini apa, wong ndeso, tidak ada apa apanya dibanding orang orang kota”. “Terima kasih sekali bapak bapak bisa datang ketempatnya jin buang anak. Hal ini akan memberikan semangat bagi karyawan karyawan Rs Alhuda dan Bina Sehat”. “ilmu bapak bapak ini sangat kami butuhkan, untuk memajukan karyawan karyawan saya”.
Itulah beberapa kalimat yg terucap dari Dr Faida, direktur sekaligus Owner RS Al Huda Banyuwangi dan RS Bina Sehat Jember.
Sungguh kata kata tersebut bukanlah ungkapan merendahkan tempat tinggalnya atau merendahkan diri sendiri. Tapi sebuak sikap khas dan original masyarakat Indonesia dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Budaya ketimuran yang selalu menganggap dirinya bukan apa apa. Sebuah sikap rendah hati yang tidak menonjalkan kehebatannya. Prilaku semakin dewasa semakin berbobot semakin merasa tidak tahu dan tidak memilikimkemampuan apa. Filogosi tanaman padi Semakin tua berkualitas semakin merunduk. Jadi teringat cerita bahwa Socrates mudah merasa tahu segalanya, namun setelah tumbuh dan berkembang Socrates dewasa merasa semakin tidak tahu apa apa.
Sikap itulah yg membuat setiap orang, tamu atau siapapun yang berhubungan dg Dr Faida dan keluarga merasa sangat terhormat dan dihargai. Ungakapan tamu sebagai raja benar benar diterapkan dilingkungan keluarga dr Faida maupun dilingkungan RSAH dan RSBS.
Selain itu, satu hal lagi yg ditanamkan di lingkungan RSAH dan RSBS yakni sikap pembelajar. Sikap pembelajar inilah yang yang menjadikan kedua RS ini sebagai organisasi pembelajar. Oranisasi pembelajar yang selalu haus akan ilmu ilmu baru. Ilmu disini tidak hanya yg berhubungan dengan perumahsakitan namun juga ilmu organisasi, motivasi, personal development, perpajakan, dan lain lain.
Sebagai orang yang rendah hati dan sebagai organisasi pembelajar selagiuu sebagai perhormatan kepada tamu, maka setiap tamu yang berkunjung kepada kedua RS ini harus menularkan ilmunya dengan cara memberikan presentasi maupun memberikan masukan masukan perbaikan. “Presentasi dan masukan apa?” Kata saya ketika diminita presentasi. “ ah itu tidak penting apa materinya. Yang penting bisa memikin semangat dan bisa membikin kita lebih maju” sahut dr Faida ringan.
Ya.. Management tidak pernah membatasi tamu untuk presentasi tentangn topik tertentu. Apapun yg dipunyai sang tamu “wajib” ditularkan melalui presentasi di hadapan managemen dan karyawan.
Dan hebatnya, karyawan sudah siap ditempat sesuai jam yang telah ditentukan. Mulai dari karyawan yang yunior sampai ke yang paling senior. Muali Direksi sampai ke satpam. Mulai yang mudah sampai yang sudah berumur. Hanya dikecualikaan bagi yang benar benar bertugas pelayan.
Selain itu setiap tamu diarahkan untuk melihat melihat seluk beluk RS. Mulai ruang direksi, bangsal, UGD, Poliklinik, bahkan sampai ruang dapur dan Laundry Rumah sakit. Hal ini tidak lain dan tidak bukan untuk mengangkat rasa bangga dan rasa percaya setiap karyawan tak terkecuali bagian masak dan bagian cuci. Sekaligus memberikan kesempatan bagi tamu untuk mengkritisi dan sekaligus memberikan masukan
Sebagai orang yang sudah sering berkunjung ke sebagian besar Rumah sakit Di Indonesia, Sungguh pemandangan seperti ini jarang saya ditemukan ditempat lain. Sebuah penghargaan yg tinggi terhadapat setiap momentum pendidikan dan pembelajaran dalam rangka meningkatkan Sumer Daya Manausia. Bagi Dokter Faida dan keluarga, Karyawan kedua Rumah Sakit miliknya adalah aset yang sangat berharga melebihi aset aset yang lain. Aset yang perlu dipelihara dan perlu dikembang terus. Karena tiada berarti ketika fasilitas dan gedung sangat modern dan mewah namun SDM-nya tidak berkualitas.
Dan ini tidak terlepas dari semangat dan good will yang dimiliki oleh top managemennya yang sekaligus ownernya. Realitas ini membenarkan sebuah teori managemen perubahan yang mengatakan bahwa perubahan yang bisa berhasil dan bisa dilakukan dengan cepat jika dimulai dari pimpinan puncak. Jika pimpinan puncak atau top management berubah maka berubahla seluruh sikap dan prilaku bawahannya.
RS Al Huda dan RS Bina Sehat memang sebuah Rumah Sakit yang berada di daearah namun managemennya sangat modern, SDM nya modern dan sebentar lagi gedung dan fasilitasnya juga modern. Bagaimana tidak, kalau managemennya sudah S-2, komunikasi antar departemen dan antar bagian menggunakan Blackberry serta sebagian perawatnya sudah bertaraf internasional karena pernah bekerja di RS-RS yang ada ditimur tengah.
Tiada salahnya jika kita belajar dari kedua RS ini. Dari tulisan ini saya ingin katakan ”Kami yang harus belajar sukses dari wong ndeso bukan sebaliknya dok..”.


Anda membutuhkan emas?
Hubungi kami 08111667734 atau pin BB 218add4a atau
email berik_wicaksono@yahoo.com.sg
majulah dgn kemenangan besar. ucpn sukses n slmat bwt RS.BINA SEHAT