He he he medung mendung begini asyiknya  bahas strategy prospecting pelanggan ala pedekate Pujaan hati. So,  Apa hubungannya?

Begini, saya mencontohkan jualan itu ibarat seseorang baik yang sedang mengejar pujaan hatinya. Kita semua pasti pernah merasakan hal itu bukan?  Tuing tuing….

Bagaimana momen-momen menggelikan saat pedekate dengan pacar kita sekarang, atau mantan pacar yang sudah menjadi suami atau isteri. Momen yang tak akan bisa dilupakan. Kalau diingat kembali pasti senyum-senyum sendiri.. hayoo ngaku aja.

Lanjut….. Tuing tuing, katakanlah sang pujaan hati itu sangat jual mahal. Boro-boro ngobrol, ketemu aja buang muka… Tretettt tettt..

Karena emang sudah jatuh hati, jadi apa pun dilakukan, apapun di korbankan, bahkan seperti di iklan-iklan di TV, selalu mantauin status FB/BBM/Twitter nya. Kena deh….

Pujaan hatinya suka begini, kita  berusaha untuk melakukannya, pujaan hatinya suka begitu, kita  juga berusaha untuk melakukannya. Pokoknya seluruh waktu, tenaga bahkan biaya juga dihabiskan untuk sang pujaan hati. Tombok tombok deh…

Urat malu nya juga sudah seperti tidak ada lagi. Mati rasa. Yang penting bisa menyenangkan hati pujaan nya, apa pun akan dilakukan.

Dan karena sang pujaan hati itu manusia yang mempunyai perasaan, kebanyakan dari pengalaman  orang-orang disekitar saya, hatinya luluh juga karena melihat pengorbanan yang sudah dilakukan. Akhirnya mau menerimanya sebagai pacar. Happy ending deh… He he he tapi juga gak segampang itu kaleee…..jreng jrenggggg

Kok mulai tadi muter2 tentang cinta… Jualannya mana? Eit….  Sabar Jo (logat Manado)….  Calon pembeli itu ibarat pujaan hati. Pujaan hati yg seksi sama dengan pelanggan yang petensi omsetnya besar. Itulah pelanggan yang kita damba-dambakan untuk membeli produk/jasa kita. Jadi seperti halnya pedekate tadi, apapun akan kita korbankan untuk medapatkannya bukan? Dengan segala cara daya upaya kita lakukan. Kita tidak akan menyerah. Walaupun belum ada yang membeli produk/jasa kita. Karena seperti yang saya contohkan di atas, sang pujaan hati yang jual mahal itu boro-boro ngobrol, ketemu saja buang muka. Begitu juga dengan calon pembeli, boro-boro tanya barang kita, melihat saja tidak.

Sikap mereka harus kita mengerti. Bukankah katanya om stephen Cove kita harus mengerti dulu sebelum dimengerti. Para pelanggan tersebuta hanya belum loercaya. Merke butuh pembuktian. Pembuktian seperti apa? pembuktian bahwa berbisnis dangan kita, apakah menyenangkan atau tidak ,  nyaman atau tidak,  aman atau tidak de el el.

So Gimana agar merekan senang, nyaman dan aman… Jadilah sahabat pelanggan, jadilah saudara pelanggan dengan menyetuh hati dan pikirannya. Karena pada dasarnya orang tidak suka membeli kepada salesman atau penjual.  Orang lebih suka beli produk kepada orang yang dikenalnya dengan baik, lebih lebih sahabat atau saudaranya. Right? Namun diluar itu produknya harus benar benar berkualitas.

Karena jika memang sang pembeli puas dengan produk/jasa kita, saya yakin pelanggan itu secara berkala akan belanja kita dan kemudian menjadi pelanggan loyal. Dan bahkan pembeli tersebut akan merekomendasikan kepada teman-temannya mengenai produk/jasa yang kita jual.

Begitulah kira kira yang dapat saya share, jangan menyerah – jangan menyerah kata Dmasive he he he.

3 Replies to “Prospecting Pelanggan Bagai Pedekate Pujaan Hati”

  1. sharing dong pak..saya sedang GALAU LUAR BIASA sekarang
    ceritanya pelanggan saya ini dulu loyal baik personal maupun profesional,tapi suatu ketika saya berbuat yg tidak sengaja atau sepenuhnya bukan kesalahan saya (berbuat kesalahan rame2.
    atas kesalahan tsb secara lesan dimaafkan tapi,selanjutnya saya dicuekin ga digagas blas sampe sekarang,walaupun dia secara profesional tetap pakai produk saya tanpa dikurangi dgn pembelian yg tetap/wajar tapi saya kehilangan dia sebagai teman,saudara itu yang sangat saya sesalkan pak.
    GALAU rasanya…sudah saya datang ke rumah..ditinggal masuk lagi kedalam rumah ga direken
    setiap saya kunjungi dikantornya,dibilang saya repot nanti klo ada order tak sms sambil ditinggal pergi.
    Rasanya sakit pak,pasti sesakit saat kita melakukan kesalahan tersebut ke dia.
    saat halal bihalal saya minta maaf lahir dan batin dia hanya membalas “ya” berjabat tanganya rasa nya tidak seperti dulu.
    itulah pak sebuah kepercayaan yang tak terjaga dgn baik sangat melukai hati..mudah2an lekas sembuh kesal hatinya pada saya,saya akan terus berusaha menembus…lebih sulit mengembalikan kepercayaan dari pada membangunya.

    1. Dear Parini
      Hubungan pelanggan dan penjual adalah hubungan kepercayaan. Seperti halnya suami istri selain harus dibangun rasa saling percaya juga harus saling menjaga kehormatan. Kedua hal tersebut hanya jika kita sebagai penjual harus bersikap :
      1. Menghargai sebuah hubungan
      2. Bersikap dan berpikiran terbuka
      3. Memiliki konsistensi
      4. Berikap profesional
      5. Dan menunjukkan integritas.
      Setiap orang tidak pernah lepas dari sebuah kesalahan, Salesman atau marketer juga manusia hehehe….. Tetapi saya yakin jika hanya sekedar salah maka dengan meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulangi akan segera beres…….
      Kecuali dengan mensengaja menyalahi…! itu akan fatal.. Dalam hubungan suami istri itu seperti sebuah pengkhiatanan pernikahan… Kita dianggap tidak dapat dipercaya. Kita dianggap tidak memiliki integritas. Bahkan bisa jadi dia menganggap menjalin hubungan dengan kita akan sangat berbahaya…
      Tidak ada jalan lain kita harus berusaha secara perlahan mencari celah untuk dapat melakukan pengakuan dosa…. secara perlahan kita harus memulihkan kepercayaan mereka… dengan cara apapun tetapi hindari sikap menggebu dan ngotot apalagi terkesan memaksa mereka untuk percaya seperti sedia kala…. tetapi lalukan lakukan atensi seperti memberikan bingkisan kecil, perhatian diacara2 special keluarganya dll. Atau gunakan pihak /orang ketiga yang mereka sangat mereka dipercayai.
      Proses ini tidak mudah dan akan lama…tetapi harus kita lakukan jika kita memang mau mempertahankan pelanggan ini. ………….. Makanya jangan pernah menyalahi pelanggan dengan alasan apapun. Jangan pernah mengkhianati pelanggan. Dan jangan pernah meremehkan pelanggan walau hubungannya sudah sangat baik…

  2. Mbak Parini, yang sabar yha Mbak.
    semua diatur olehNya unt menempa mentalitas kita. sabar. banyak cerita yg lebih dahsyat dibanding cerita anda hehe. so keep positip thingking and be strong!!!!

Leave a Reply to parini Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *